Memaafkan
Oleh: Khadijah al Mujahidah
Ini tentang rasa
Perih, pedih, tak terkira
Entah mengapa, luka itu terus menganga
Tak tau kapan sembuhnya
Lelah dan letih begitu terasa
Seakan ingin ku tinggalkan semua
Pergi jauh meninggalkan semua asa
Menutup semua goresan duka
Ganjalan di hati tak kunjung sirna
Berdamailah wahai jiwa
Tak perlu kau simpan semua rasa
Karena ia hanya menambah luka
Wahai rasa….
Pergilah jauh dari bayang-bayang hidupku
Jangan kau ganggu suasana hatiku
Jangan kau rusak masa depanku
Jangan kau datang untuk menyusahhkanku
Wahai jiwa …
Tenangkanlah dirimu
Bersihkan hatimu
Jadikan Syariat sebagai pengingatmu
Bukan hawa nafsu yang mendominasimu
Bersabarlah dan belajar untuk mengikhlaskan
Memang ini rumit jika dibayangkan
Menghapus semua kenangan yang tak
terlupakan
Sadarlah wahai jiwa, ini hanya bagian
lika-liku kehidupan
Belajarlah menjadi hati yang selesai
Menjadi hati yang bening dan mudah
memaafkan
Tak memperpanjang masalah agar segera usai
Membiarkan berarti menambah kepedihan
Bukankah Allah memiliki sifat Maha
Memaafkan?
Meski sesorang berlinang dosa dan
kemaksiatan
Pintu taubat selalu Allah berikan
Tak pernah memandang siapa saja yang datang
Jadilah hati yang bening dan Qalbun Salim
Laksana mutiara yang memancarkan sinarnya
Mudah memaafkan segala kesalahan dan kezholiman
Karena ia adalah amalan hati yang berat di
sisi-Nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar