Majaz Mursal
وَلَا
تَرْكَنُوْٓا اِلَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُۙ وَمَا لَكُمْ
مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ اَوْلِيَاۤءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُوْنَ
Janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim sehingga
menyebabkan api neraka menyentuhmu, sedangkan kamu tidak mempunyai seorang
penolong pun selain Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan. (QS. Hud ayat 113)
Perhatikan lafal فَتَمَسَّكُمُ النَّارُۙ (maka api akan menyentuhmu). Menyentuh merupakan pekerjaan yang lazim digunakan oleh manusia, Allah menggambarkan secara personifikasi api sebagai sesuatu yang bisa menyentuh manusia. Yang disebutkan musyabbahnya yakni النَّارُۙ, sedangkan musyabbah bihinya tidak disebutkan jelas, melainkan kelaziman dari pekerjaan manusia yakni menyentuh. Maka ini disebut isti’arah makniyyah
