Jumat, 26 Juli 2024

Pengantar Pembahasan Majaz

 

Catatan Pelajaran ke-16

Pengantar Pembahasan Majaz

Di dalam kitab al Kasykul karya Bahauddin al Hamizani pada pembahasan yang berjudul  kecerdasan orang Arab badui. Imam al-Ashma’I mengatakan dahulu aku pernah membaca suatu ayat :  ( وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوْٓا اَيْدِيَهُمَا جَزَاۤءًۢ بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِّنَ اللّٰهِۗ وَاللّٰه غَفُوْرُالرّحِيْم )

Pada saat membaca ayat tersebut ada orang arab badui berkata : ini perkataan siapa ini?. Maka imam  al-Ashma’i menjawab kalamullah. Kemudian orang Arab tadi meminta agar mengulang kalam tersebut. Maka imam  al-Ashma’i mengulang membaca ayat tersebut dengan kalimat yang sama. Kemudian orang arab badui tadi menimpali ini pasti bukan firman Allah, karena tidak seperti ini firman Allah.

Al-Ta’ ridh ( التعريض )

 


Catatan Pelajaran ke-15

Al-Ta’ ridh (  التعريض ) 

Al-Ta’ridh kebalikan dari tashrih (ungkapan jelas), yakni suatu ungkapan dengan maksud tertentu tapi diungkapkan dengan sindiran, tidak secara jelas. 

Al-Ta’ridh sebagaimana ucapan orang yang mengkhithbah seorang perempuan:

كل رجل راغب يف الزواج حيب أن تكون هذه املرأة زوجة له

“Setiap orang yang ingin menikah, senang jika perempuan ini menjadi istrinya.”

Ungkapan di atas adalah ucapan khithbah (lamaran) dalam bentuk ungkapan al-ta’ridh (‘sindiran).

Sabtu, 20 Juli 2024

Ta’ ridh ( التعريض )

 

Catatan Pelajaran ke-14

Ta’ ridh (  التعريض )

Definisi Ta’ ridh

Secara Bahasa : kebalikan dari terang (jelas), maknanya suatu perkataan mengandung apa yang relevan dimaknai untuk menujukkan makna yang dimaksud dan bisa juga dimaknai dengan sesuatu diluar yang dimaksud.

            Atau engkau mengatakan suatu ungkapan, yang pengungkapannya tidak secara jelas dari makna yang dikehendaki. Akan tetapi menunjukkan maksudnya secara halus (sindiran halus). Bahkan dengan kalimat ta’ridh ini orang bisa berlepas diri dari konsekuensi yang apa yang diucapkannya, maknanya ambigu tetapi yang dimaksud sudah jelas.

Rabu, 17 Juli 2024

Macam-Macam Kinayah dan Faidahnya

 


Catatan Pelajaran ke-13

Macam-Macam Kinayah

 

1)      الكنية عن صفة : Kiasan penjulukan lain untuk suatu sifat

Contoh: اِحْمَرَّ وَجهُ (wajah memerah) merupakan kinayah dari sifat malu/pemarah

 

2)      الكنية عن مَوْصُوْف : Kiasan Penjulukan Lain untuk Objek yang Disifati

Contoh:  

kinayah dari Nabi Adam

أَبُوالأمبِيَاء

kinayah dari Nabi Muhammad Saw. 

  شَيْدُ الْمُرْسَلِيْنَ

kinayah dari Nabi Muhammad Saw

خَاتَمُ النَّبِيِّين

kinayah dari Nabi Nuh

شَيْخُ الْمُرْسَلِيْنَ

kinayah dari Khalid bin Walid.

سَيْفُ الله المَسْلُول

kinayah dari Abu Bakar

الصِّدِّيْق

kinayah dari Umar

الفَارُوْق

kinayah dari Abu Ubaidah bin Jarrah

أَمِيْنُ هذه الأُمَّةِ

kinayah dari Nabi Musa 

كَلِيْمُ الله

kinayah dari Nabi ‘Isa

   رُوْحُ الله

 

Senin, 15 Juli 2024

Kinayah dan Jenis-Jenis Kinayah

Catatan Pelajaran ke-12

Kinayah

Catatan: kata kuncinya adalah kiasan penjulukan lain, menjuluki sesuatu dengan julukannya yang lain.

Kinayah mencakup laqab dan kunyah

 

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah  Saw bersabda,

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ , قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ : فَمَنْ

Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (kadal gurun), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Para sahabat bertanya, “Apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad).

Kinayah ( الكناية )

Catatan Pelajaran ke-11

Kinayah ( الكناية )

Definisi Kinayah

Secara bahasa : Ketika engkau mengungkapkan sesuatu tetapi yang dimaksud adalah makna lainnya. Dikatakan kinayah secara bahasa adalah memberikan kunyah suatu hal dengan istilah lainnya dengan suatu kinayah. Yaitu seseorang berbicara dengan ungkapan lain, yang dengan istilah tersebut ditujukan untuk hal yang lain pula. Dikatakan pula kinayah ketika dia menyembunyikan sesuatu dengan memberikan julukan. Pada prinsipnya kinayah kebalikan dari tashrih (sesuatu yang jelas)

Kesimpulan Isti'arah dan Faidah Balaghiyah Isti'arah

Catatan Pelajaran ke-10

Kesimpulan

Al isti’arah adalah bahasa kiasan dengan meminjam suatu kata/permisalan sebagai kiasan dari suatu kata/ungkapan yang dimaksud sebenarnya

Al isti’arah (‘alaqah musyabbah: al musyabbah dan musyabbah bihi wajib ada unsur kemiripan penyerupaan), dibagi 3 yaitu:

1.    Isti’arah Tashrihiyyah ( menyebutkan secara jelas musyabbah bihinya)

2.  Isti’arah Tamtsiliyyah (musyabbah disebutkan, sedang musyabbah bihinya tidak disebutkan secara jelas, tapi diisyaratkan secara tidak langsung oleh hal yang menjadi kelaziman darinya)

3.   Isti’arah Tamtsiliyyah (musyabbah bihinya berupa permisalan)

Isti'arah Makniyyah dan Isti'arah Tamtsiliyyah

 

Catatan Pelajaran ke-9

Contoh : Isti’arah Makniyyah

 

اَنْ تَقُوْلَ نَفْسٌ يّٰحَسْرَتٰى عَلٰى مَا فَرَّطْتُّ فِيْ جَنْۢبِ اللّٰهِ وَاِنْ كُنْتُ لَمِنَ السّٰخِرِيْنَۙ ۝ 

Agar tidak ada orang yang mengatakan, “Alangkah besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah dan sesungguhnya aku benar-benar termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah).” (QS. Az Zumar 56)

Allah menyerupakan rasa penyesalan (kerugian) seperti makhluk yang berakal, yang diseru/diajak bicara agar dia berbicara. Kalimat يّٰحَسْرَتٰى dengan adanya huruf nida, lazimnya digunakan untuk manusia. Maka adalah الحسرة objek yang diserupakan dengan العاقل, namun tidak disebutkan. Tetapi yang disebutkan adalah huruf nida (panggilan) yang menunjukkan yang kelazimannya ketika dipanggil.

Isti'arah Tashrihiyyah dan Isti'arah Makniyyah

 

Catatan Pelajaran ke-8

لكل حرف من حروف القرآن أسرار

“Setiap huruf dari huruf-huruf al-Qur’an mengandung rahasia makna-makna”

 

Jenis-Jenis Isti’arah ( أنواع الإستعارة )

 

v  Al-Isti’arah Al-Tashrihiyah ( التصرحية  الاستعارة)

Jenis kiasan peminjaman istilah, yang menyebutkan secara jelas musyabbah bihi.

Contoh-contoh  Al-Isti’arah Al-Tashrihiyah


الۤرٰۗ كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ ەۙ بِاِذْنِ رَبِّهِمْ اِلٰى صِرَاطِ الْعَزِيْزِ الْحَمِيْدِۙ ۝

 

Lām Rā. (Ini adalah) Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu (Nabi Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari berbagai kegelapan pada cahaya (terang-benderang) dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji. (QS. Ibrahim ayat 1)


الظُّلُمٰتِ menggambarkan ruangan yang gelap, sesuatu yang bisa diindera. Lafal الظُّلُمٰتِ dan النور adalah dua kata yang dipinjam sebagai kiasan dari kebathilan- kebathilan dan Din al-Islam. Relevan dengan kata الظُّلُمٰتِ (jamak) menggambarkan ragam kebathilan sendiri

Isti'arah dan Jenis-Jenis Isti'arah

 

Catatan Pelajaran ke-7

Al-Isti’arah ( الاستعارة )

Kunci Al- Isti’arah

·      Al-Isti’arah kiasan dengan kata yang dipinjam

·      Kata yang dipinjam dalam kiasan adalah al-musyabbah bihi atau al-musyabbah

·   Al-Isti’arah lebih kuat daripada tasybih baligh, karena tasybih baligh menyebutkan al-musyabbah atau al-musyabbah bihi. Sedangkan al-Isti’arah hanya menyebutkan al-musyabbah bihi atau al-musyabbah saja

Tasybih Tamtsili (التشبيه التمثيلي ) dan Tasybih Dhimny ( التشبيه الضمني )

 

Catatan Pelajaran ke-6


4. Tasybih Tamtsili (التشبيه التمثيلي  )

Tasybih Tamtsili adalah penyerupaan berbentuk perumpamaan (al-tamtsil)


اِنَّمَا مَثَلُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا كَمَاۤءٍ اَنْزَلْنٰهُ مِنَ السَّمَاۤءِ فَاخْتَلَطَ بِهٖ نَبَاتُ الْاَرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالْاَنْعَامُۗ حَتّٰٓى اِذَآ اَخَذَتِ الْاَرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ اَهْلُهَآ اَنَّهُمْ قٰدِرُوْنَ عَلَيْهَآ اَتٰىهَآ اَمْرُنَا لَيْلًا اَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنٰهَا حَصِيْدًا كَاَنْ لَّمْ تَغْنَ بِالْاَمْسِۗ كَذٰلِكَ نُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ۝

 

Sesungguhnya perumpamaan kehidupan dunia adalah ibarat air yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah karenanya macam-macam tanaman bumi yang (dapat) dimakan oleh manusia dan hewan ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, terhias, dan pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya (memetik hasilnya), datanglah kepadanya azab Kami pada waktu malam atau siang. Lalu, Kami jadikan (tanaman)-nya seperti tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan secara terperinci ayat-ayat itu kepada kaum yang berpikir. (QS. Yunus ayat 24)

 

Al-Musyabbah             : الْحَيٰوةِ الدُّنْيا  (kehidupan dunia)

Al-Musyabbah Bihi     : tamtsil air yang turun (hujan), menumbuhkan tanam tanaman hingga manusia sirna dalam waktu singkat, manusia lalai

Adat tasybih                : huruf kaf

Minggu, 14 Juli 2024

Tasybih Baligh

Catatan Pelajaran ke-5

 

Bentuk-Bentuk Tasybih Baligh

§  Mubtada dan Khabar

Contoh: زَيْدٌ أَسَدٌ  (Zaid itu adalah Singa) -   الْجَمَلُ سَفينَةُ الصَّحْرَاءِ  (Unta adalah Perahunya Padang Pasir)

§  Hal dan Shohibul Hal

Contoh: هَجَمَ الْجُنْدِيُّ عَلى الْعَدُوْ أَسَدًا  (pasukan ini menyerang musuh seakan singa yang menerkam)

Musyabbah : الْجُنْدِيُّ  musyabbah bihi: أَسَدًا . Lafal أَسَدًا menggambarkan keadaan (hal) dari الْجُنْدِيُّ (shohibul hal)

Jenis-Jenis Tasybih

 


Catatan Pelajaran ke-4 

Pembahasan Tugas: Menentukan rukun tasybih pada surat An-Nur ayat 55 & Al-Baqarah ayat 183

 

وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى الْاَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْۖ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمُ الَّذِى ارْتَضٰى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ اَمْنًاۗ يَعْبُدُوْنَنِيْ لَا يُشْرِكُوْنَ بِيْ شَيْـًٔاۗ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ ۝٥٥

 

-   Al Musyabbah ( الْمُشَبَّه )  : الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ

-   Al Musyabbah Bihi (الْمُشَبَّه به )  : الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْۖ (yang dimaksud الأنبياء من بني إسرائيل)

-   Adat al-Tasybih ( أداة  التشبيه)  : ك

-   Wajh al-Syabah (  وجه الشبه)  : الاستخلاف في الأرض (janji Allah memberikan kekuasaan (kekhalifahan di bumi)

Catatan Pelajaran Kritik Matan Hadist

"Kritik Matan Menurut Ahli Hadis: Studi Teoretis dan Praktis" Penulis : Ibrahim bin Muhammad al-Sa'wi Pendahuluan            ...