Rabu, 17 April 2024

HADIST DHOIF


 

Jika kita merujuk kepada kitab Ibu Sholah, setidaknya definisi hadist hasan itu ada 3 pendapat

1.    Pendapat Imam al-Khattabi

Hadist hasan adalah hadist yang diketahui makhrajnya (sanad) menjadi sanadaran dari hadist yang beredar, diterima para ulama dan diamalkan para fuqaha. Tidak ada kriteria mani’ (kriteria yang tidak memasukkan aspek-aspek yang tidak sesuai kriteria) dan jami’(aspek yang menyeluruh). Yang dimaksud diamalkan oleh fuqaha dan diterima para ulama, bukan semua fuqaha tetapi fuqaha di era mutaqaddimin yang mengusai ilmu jarh wa ta’dil.  

HADIST HASAN


HADIST HASAN

 

Hasan secara bahasa adalah sesuatu yang disukai jiwa. Sedang menurut istilah, hasan adalah hadits yang bersambung sanad-nya, diriwayatkan oleh rawi yang adil, yang taraf ke-dhabitannya lebih rendah dari rawi hadits shahih, serta tidak ada syadz dan illah. Dengan demiikian maka syarat hadits hasan ada lima:

HADITS SHAHIH


Hadist dihimpun (ditadwin) 2 abad setelah Rasulullah wafat, hal ini menjadi perkara yang sangat penting dan ini tidak terjadi pada Alqur’an.  Dimulai dari Muwatta Imam Malik, hingga abad ke-3 & 4. Di abad 4 mulai dirumuskan ilmu musthalah hadist melalui usaha yang dilakukan Imam Ramahurmudzi, puncak perumusan ilmu hadist abad ke-6 pada masa Ibnu Sholah. Tujuan dari mempelajari musthalah hadist ini, apa yang diterima atau ditolak. Dikatakan memahami hadist, jika mampu membedakan mana hadist yang shahih dan tidak.

HADIST QUDSI, PERBEDAAN ANTARA HADITS QUDSI DAN AL-QUR'AN


 


HADIST QUDSI

Disbatkan pada quds ( القدس ). Quds ( القدس ) bermakna bersih dan suci. Hadits Qudsi disebut hadist Ilahi yang dinisbat pada Ilahi, dan hadis robbani yang dinisbatkan pada Rabb Jalla wa Ala.

Hadist Qudsi menurut istilah adalah: sesuatu yang disandarkan Rasulullah kepada tuhannya selain dari al-Quran. Contoh Hadist Qudsi

  قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :  قال الله تبارك وتعالى : ياعبادي إني حرمت الظلم على نفسي وجعلته بينكم محرما فلا تظلموا

Keutamaan Ilmu Hadist dan Definisi-Definisi Dasar


Keutamaan Ilmu Hadist Dan Kemuliaan Pemiliknya

Tentang kemuliaan ilmu hadis dan pemiliknya ada berapa hadis, yang akan aku sebut yang paling masyhur, yaitu

1.      عن ابن مسعود رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ أن رَسُول اللَّهِ ﷺ قال : أولى الناس بي يوم القيامة أكثرهم علي صلاة . (رواه الترمذي وحسنه)

Dari Ibnu Mas’ud ra. bahwa Rasulullah bersabda: Manusia yang paling dekat terhadapku di hari kiamat adalah yang paling banyak membaca sholawat (HR Tirmidzi dan menghukuminya hasan).

Selasa, 16 April 2024

Ilmu Hadist, Ilmu Hadist Riwayah dan Dirayah


Kitab al-Qowaidul Asasiyah Fi Musthalah Hadits

Karya : Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki al-Hasani

 

Ilmu Hadist

Dimaksudkan  ilmu hadist terdiri atas 2 makna: 

1.   Ilmu hadist yang dimaksudkan berkaitan dengan naql(perpindahan/penukilan) dan periwayatan, apa-apa yang disandarkan kepada Rasulullah saw atau perpindahan apa yang disandarkan kepada para sahabat atau tabi’in. Dengan makna ini disebut Ilmu Hadist Riwayah

Minggu, 14 April 2024

حكاية اإلجماع في سنن الترمذي

Catatan Pelajaran ke-8 (Senin, 4 Maret 2024)


حكاية اإلجماع في سنن الترمذي

 

Komentar-komentar yang dianggap ijma, yang dikabarkan Imam Tirmidzi dalam Sunan Tirmidzi

Maksud Imam Tirmidzi dengan lafazh :

و العمل على هذا عند أهل العلم

(menurut ulama beramal berdasarkan hadist ini)

وَذَكَرَ التِّرمِذِي في (كِتَابِهِ) أَنَّ العَمَلَ عَلَى ذلِكَ عِنْدَ أْهْلِ الْعِلْمِ مِنَ الصَّحَابَةِ وَمَنْ بَعْدَهُمْ. وهَذَا الْكَالَمُ يَقْتَضِي حِكَايَةَ لاِجْمَاعِ عَلَى ذلك.

Ibn Rajab al-Hanbali berkata dalam Fathul Bari: “ dan perkataan Imam Tirmidzi dalam kitabnya bahwasanya menurut ulama, hadits tersebut dijadikan sandaran dalam beramal menurut sahabat dan generasi setelahnya, adalah menunjukkan hikayat ijma ke atas amal tersebut.

Ikhtilaf Fuqaha dalam Sunan Tirmidzi


Catatan Pelajaran ke-7  (Senin, 26 Februari 2024)

 

Ikhtilaf Fuqaha dalam Sunan Tirmidzi

Hadits Hasan Gharib


 Catatan Pelajaran ke-6 (Senin, 19 Februari 2024)

 

Hadits Hasan Gharib

Hadist Gharib : Hadist yang diriwayatkan oleh satu rawi saja. Ibnu Hajar menjabarkan, hadist itu berdasarkan jalan sampainya kepada kita, bisa jadi 1)memiliki jalan yang tidak ada batasan,  2).memiliki batasan di atas dua jalan, atau 3).memiliki dua jalan, atau 4). Memiliki satu jalan. Yang pertama, yang tidak memiliki batasan jumlah – Hadist Mutawatir. Yang kedua, di atas dua jalan – Masyhur (Hadist Mustafid). Yang ketiga, memiliki dua jalan – Hadist ‘Aziz. Yang keempat adalah Hadist Gharib (hanya memiliki 1 jalan)

Nasakh

Catatan Pelajaran ke-9 (Kamis, 14 Maret 2024)


Naskh  ( النَّسْخُ )

Nasakh maknanya menurut bahasa adalah menghilangkan (الإزَالَة). Dikatakan: "Matahari telah menghilangkan bayangan, jika ia  menghilangkan bayangan tersebut dan diangkat dengan pemancaran cahayanya. Menurut pendapat lain, memaknai nasakh adalah pemindahan ( النّقْل ) . Ini diambil dari perkataan mereka "Aku memindahkan apa-apa yang ada di kitab, jika aku memindahkan bentuk  tulisan aslinya.”

Perbuatan-Perbuatan Nabi

Catatan Pelajaran ke-8 (Kamis, 7 Maret 2024)

 

Perbuatan-Perbuatan Nabi 

Perbuatan صاحب الشريعة  yakni Nabi SAW tidak lepas dari dua keadaan. Pertama, adakalanya ia berbentuk taqarrub dan taat kepada Allah. Kedua, adakalanya tidak berbentuk taqarrub dan ketaatan. Jika ia bentuk taqarrub dan taat maka, jika terdapat dalil yang menunjukkan kekhususan untuk beliau, dibawalah ia atas kekhususan itu seperti Nabi menikah melebihi empat orang wanita.

Takhshis, Mujmal dan Bayan


Catatan Pelajaran ke-7 ( Kamis, 29 Februari 2024)

 

Khos

  الْخَاصُّ  adalah kebalikan dari  الْعَامُ. الْعَامُ adalah apa-apa yang meng-‘aamkan.  الْخَاصُّ diartikan apa-apa yang tidak mencapai dua jenis atau lebih dengan tanpa batasan.  التَّخْصِيْصُ adalah التَّمْيِيْزُ / membedakan sebagian jumlah. Secara bahasa Arab التَّمْيِيْزُ tidak hanya bermakna membedakan, tetapi dibedakan karena ada keunggulan. Seperti kita mengeluarkan kafir Mu’ahad dari firman Allah:  فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِيْنَ .

النهي(Nahi) dan الْعَامُ (Umum)

 



Catatan Pelajaran ke-6 (Kamis, 22 Februari 2024)

  النهي(Nahi)

            Nahi adalah tuntutan meninggalkan (satu perbuatan) dengan menggunakan perkataan terhadap orang yang lebih rendah derajatnya, atas jalan yang mengarah pada  kewajiban. Yakni tuntutan meninggalkan suatu perbuatan, mizannya seperti yang telah terdahulu pada pembahasan tentang Amar.

Perkara yang Masuk dan Tidak Masuk Pada Amr dan Nahyi

 



Catatan Pelajaran ke-5  (Kamis, 15/02/2024)

 

 Perintah  ( الأمر ) 

Amr itu tidak menuntut tikrar (pelaksanaan berulang) menurut pendapat yang sahih. Karena karena tujuan Amar yakni  agar yang diperintahkan (ma'mur ) telah melaksanakan, cukup hanya sekali. Asal dari melakukan perintah tadi bebas dari tuntutan, dari apa-apa yang ditambahkan kepadanya.  Kecuali jika ada dalil yang menunjukkan, bahwa maksud dari dalil tadi adalah pengulangan atas suatu perintah maka dilaksanakanlah  secara tikrar.  Contohnya adalah perintah sholat lima waktu dan perintah puasa di bulan Ramadhan.

Pembagian Kalam dan Amr

 


Catatan Pelajaran Ke-4 (Kamis, 8 Februari 2024)

 

Bab – Bab Ushul Fiqh

 

1.    Macam-Macam Kalam, yakni: Amar, Nahyi, 'Am, Khos dan disebutkan juga pada pembahasan kalam tentang  Muthlaq dan Muqoyyad, Mujmal, Mubayyan, Zhohir. Pada sebagian naskah ada ditambahkan Mu'awwal

2.      Perbuatan-perbuatan Nabi ( الأفعال )

3.      Nasikh ( الناسخ )

4.      Mansukh ( المنسوخ )

5.      Ijma' ( الإجماع )

6.      Akhbar ( الأخبار )

7.      Qiyas ( القياس )

8.      Keharaman ( الحظر )

9.      Kemubahan ( الإباحة )

10.  Pentertiban Dalil ( ترتيب الأدلة )

11.  Sifat Mufti ( صفة المفتي )

12.  Sifat Mustaufi ( صفة المستوفي )

13.  Hukum-hukum Mujtahid ( أحكام المجاهدين )

Sabtu, 06 April 2024

Hukum Taklifi dan Hukum Wadh'i

 


Catatan Pelajaran Ketiga

Macam-Macam Hukum (Hukum Taklifi)

    1. Wajib

            Adapun wajib itu dari sifatnya memang wajib (Ketika dalilnya mutlak, tidak ada dalil yang memberi keringan dengannya), hukumnya jika dikerjakan dapat pahala dan dia berdosa jika meninggalkannya. (Penjelasan lengkapnya bisa dilihat di catatan pelajaran kedua)

2. 

    2. Sunah

Sedangkan Mandub (Sunah) dari sisi sifatnya annadbu  : apa yang diberi pahala atas orang yang mengerjakan dan tidak ada iqab bagi orang yang meninggalkannya. Contoh perintah melakukan sholat malam

Catatan Pelajaran Kritik Matan Hadist

"Kritik Matan Menurut Ahli Hadis: Studi Teoretis dan Praktis" Penulis : Ibrahim bin Muhammad al-Sa'wi Pendahuluan            ...