Rabu, 17 April 2024

Keutamaan Ilmu Hadist dan Definisi-Definisi Dasar


Keutamaan Ilmu Hadist Dan Kemuliaan Pemiliknya

Tentang kemuliaan ilmu hadis dan pemiliknya ada berapa hadis, yang akan aku sebut yang paling masyhur, yaitu

1.      عن ابن مسعود رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ أن رَسُول اللَّهِ ﷺ قال : أولى الناس بي يوم القيامة أكثرهم علي صلاة . (رواه الترمذي وحسنه)

Dari Ibnu Mas’ud ra. bahwa Rasulullah bersabda: Manusia yang paling dekat terhadapku di hari kiamat adalah yang paling banyak membaca sholawat (HR Tirmidzi dan menghukuminya hasan).

 

Ini adalah kedudukan mulia yang khusus untuk para perawi hadist, karena tidak diketahui kelompak ulama’ akan bershalawat kepada Rasululllah Saw yang lebih banyak  dari kelompok ini, Mereka mengekalkan sebutan nabi dalam majelis mereka, dan mengucapkan salam kepada nabi di mayoritas waktu, di majlis zikir dan dars mereka.

 

2.      عن ابن مسعود رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ , قال : رَسُول اللَّهِ ﷺ يقول : نضر الله امرا سمع منا شيئا فبلغه كما سمع فرب مبلغ أوعى من سامع. رواه الترمتذي وقال حسن صحيح


Dari Ibnu Masud ra, Ia berkata, saya mendengan Rasulullah Saw bersabda: Semoga Allah SWT memberi cahaya  kepada  seorang yang mendengar sesuatu dari ku, lalu ia menyampaikannya sebagaimana ia mendengarnya, maka betapa banyak orang menerima penyampaian lebih paham dari pada orang yang pertama mendengar dari ku. (HR Tirmidzi dan ia berkata hadist ini Hasan Shahih).

Nabi menkhususkan kepada mereka dengan sebuah doa yang tidak beliau berikan kepada seorang pun dari umat ini. Agar Allah memberikan Cahaya kepada orang yang mendengar hadist dari nabi dan menyampaikannya sebagaimana ia mendengar.

 

3.      قال ﷺ : يحمل هذا العلم من كل خلف عدوله, ينفون عنه تحريف الغالين وانتحال المبطلين وتأويل الجاهلين. رواه البيهقي في المدخل وذكر القصطلاني أنه يصير بطريقه حسنا.


Nabi Saw bersabda : Orang membawa ilmu ini adalah orang-orang adil, mereka menghilangkan perubahan orang orang yang berlebihan, dan penyelewengan orang-orang yang menghapus, dan penjelasan orang-orang bodoh. (HR. Baihaqi di kitab al-Madkhal. Imam Qasthallani menyebut dari beberapa riwayatnya hadist ini adalah hasan). Hadist ini menjelaskan tentang keadilan ahli hadist.

 

Definisi-Definisi Dasar


Hadist  ( الحديث )secara bahasa adalah lawan qodim (dahulu) yakni baru.

Secara istilah hadist adalah apapun yang disandarkan kepada nabi Saw berupa perkataan atau perbuatan atau taqrirnya, atau disandarkan kepada sahabat atau tabi’in

 

Sunnah  ( السنة ) secara bahasa adalah jalan

Secara istilah sunnah adalah sesuatu yang disandarkan kepada nabi berupa perkataan atau perbuatan atau taqrirnya, atau kepada sahabat atau kepada tabiin. Maka sunnah sama dengan hadist (sinonim), dan dikatakan: hadist itu khusus untuk perkataan atau perbuatan nabi, dan sunnah itu umum.

 

Khobar  ( الخبر)secara bahasa itu lawan insya

Khobar secara istilah

-         Dikatakan sama dengan hadist (sinonim)

-         Dikatakan sesuatu yang datang dari selain nabi, adapun hadist adalah yang datang dari nabi, karena ini, dikatakan bagi orang yang sibuk dengan Muhaddits (hadist pakar hadist), dan yang sibuk dengan sejarah atau sepadannya pakar khabar.

-         Dikatakan hadist lebih khusus dari pada khabar, setiap hadist adalah khobar dan tidak sebaliknya.

 

Atsar  (الأثر) secara bahasa adalah sisa rumah (bangunan) dan semisalnya.

secara istilah:

-     Dikatakan, sama dengan hadist. sebagaimana perkataan Imam Nawawi, sesungguhnya muhaddits menamai dengan hadist marfu’ dan mauquf sebagai atsar.

-        Dikatakan, atsar adalah sesuatu yang datang dari sahabat. 



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan Pelajaran Kritik Matan Hadist

"Kritik Matan Menurut Ahli Hadis: Studi Teoretis dan Praktis" Penulis : Ibrahim bin Muhammad al-Sa'wi Pendahuluan            ...