Senin, 15 Juli 2024

Kinayah ( الكناية )

Catatan Pelajaran ke-11

Kinayah ( الكناية )

Definisi Kinayah

Secara bahasa : Ketika engkau mengungkapkan sesuatu tetapi yang dimaksud adalah makna lainnya. Dikatakan kinayah secara bahasa adalah memberikan kunyah suatu hal dengan istilah lainnya dengan suatu kinayah. Yaitu seseorang berbicara dengan ungkapan lain, yang dengan istilah tersebut ditujukan untuk hal yang lain pula. Dikatakan pula kinayah ketika dia menyembunyikan sesuatu dengan memberikan julukan. Pada prinsipnya kinayah kebalikan dari tashrih (sesuatu yang jelas)

Kinayah secara istilah : menyembunyikan suatu makna disertai adanya petunjuk yang menunjuki pada makna yang dimaksud. Dimana suatu maksud disembunyikan tidak bisa dipahami kecuali dengan adanya qarinah (dalil).

Contoh : Ketika orang Arab mengatakan  زَيْدٌ أنْفُهُ في السَّمَاءِ (Zaid itu hidungnya ada di langit). Orang Arab menganggap ungkapan ini menjadi kinayah bahasa penjulukan lain bagi sifat Takkabur (Sombong). Ini menjadi kinayah (bahasa penjulukan lain) bagi sifat sombong. Dimana lafal  أنْفُهُ في السَّمَاءِ bagi makna hakiki yang tersembunyi yaitu sombong.

             يَوْمَ ظُهُوْرِ النَّتيجَةِ يَعَضُّ الرَّاسِبُ  على أَنَامِلِه (Pada hari pengumuman hasil ujian, orang yang tidak naik kelas (gagal) itu menggigit jari jemarinya, sambil berkata kalaulah seandainya sebelumnya bersungguh-sungguh dalam belajar). Maka sesungguhnya ucapan ini penjulukan lain dari النَّدْم (penyesalan yang mendalam). Disana kita mendapati ada petunjuk yang mengarah pada makna ini.

Dalam ilmu fiqh juga ada pembahasan tentang kinayah. Misalnya كناية الطلاق (kinayah talaq) , yakni tidak secara jelas tetapi melafalkan talaq dengan kinayah. Seperti perkataan أَمرُكِ بِيَدِكِ ( urusanmu berada di tanganmu sendiri), اِلْحَقِي بِأَهْلِكِ(pergilah ke rumah keluargamu), أنْتِ عَلَيَّ حَرَامٌ (engkau bagi diriku haram),   اِذْهَبِيْ فَتَزَوَّجِيْ مَنْ شِئْتِ ( pergilah engkau dan nikahilah siapa yang engkau kehendaki ) atau خَلَّيْتُ سَبِيلَكِ ( Aku melapangkan jalanmu )  atau انْتَهَى مابَيْنَنَا (telah selesai urusan di antara kita) atau selainnya berupa kalimat-kalimat yang tidak secara jelas menunjukkan kalimat talaq

 

Kunci Al-Kinayah

 ·     Al-Kinayah adalah kiasan dengan penjulukan, yakni menjuluki sesuatu dengan namanya yang lain

 ·     Al-Kinayah meniscayakn bolehnya penggunaan makna hakiki (asal) dan majazi (kiasan) sekaligus

 ·     Al-Kinayah utamanya didasarkan pada lisan fushah Arab

 

Pembagian Kinayah

1.    كناية عن صفة (Kiasan penjulukan lain bagi suatu sifat)

2.     كناية عن مَوْصُف (Kiasan penjulukan lain bagi objek yang disifati)

 

 

v  كناية عن صفة

Ketika penjulukan lain menyembunyikan suatu sifat disertai ada petunjuk yang menunjuki pada sifat tersebut. Contoh اصْفَرَّ وَجهُ الطالبِ عِنْدَ الإمتِحاَنِ (Wajah seorang santri menjadi pucat ketika ujian). Kalimat  اصْفَرَّ وَجهُ merupakan kinayah dari rasa khawatir yang sangat. Menunjukkan kiasan dari rasa takut dari seorang santri. 

اِحْمَرَّ وَجهُ الفَتَاةِ عِنْدَمَا رَأَيْتَ رَجُلاً (Wajah seorang pemudi memerah ketika berjumpa dengan seorang pria).  Kalimat اِحْمَرَّ وَجهُ الفَتَاةِ merupakan kinayah dari sifat malu. Pemahaman tentang اصْفَرَّ وَجهُ dan اِحْمَرَّ وَجهُ pada prinsipnya bersifat sima’i (mendengar dan menghafal dari tradisi lisan fushah arab). Termasuk kalimat مُحَمَّدٌ بَيْتُهُ مَفْتوْحٌ (Muhammad itu pintunya terbuka), merupakan kinayah yang menunjukkan sifat mulia. Ungkapan طَرِقٌ نَظِيفُ اليَدِ (Thoriq itu bersih tangannya), merupakan kinayah dari sifat menjaga ‘iffah dan amanah. الْوَزِيرُ بَطْنُهُ كَبِيْرٌ (Menteri itu perutnya besar), merupakan kinayah dari sifat tamak dan zalim terhadap manusia.

Misalnya firman Allah SWT dalam QS Al Kahfi ayat 42.

وَاُحِيْطَ بِثَمَرِهٖ فَاَصْبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ عَلٰى مَآ اَنْفَقَ فِيْهَا وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلٰى عُرُوْشِهَا وَيَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ لَمْ اُشْرِكْ بِرَبِّيْٓ اَحَدًا ۝٤٢

Dimana pada ayat ini Allah menggunakan istilah يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ (membolak-balikkan telapak tangannya) menggunakan kinayah yang menunjukkan kerugian dan penyesalan. Karena orang yang menyesal akan memukul tangan kanannya ke tangan kiri .

وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُوْلَةً اِلٰى عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُوْمًا مَّحْسُوْرًا ۝٢٩ (QS. Al Isra ayat 29)

Lafal اِلٰى عُنُقِكَ يَدَكَ مَغْلُوْلَةً menjadi kinayah dari sifat bakhil .

 

Disampakan oleh guru kami  Ustadz Irfan Abu Naveed, M.Pd.I (Selasa, 9 Juli 2024) dalam Program Bahasa Arab Ngaji Subuh


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan Pelajaran Kritik Matan Hadist

"Kritik Matan Menurut Ahli Hadis: Studi Teoretis dan Praktis" Penulis : Ibrahim bin Muhammad al-Sa'wi Pendahuluan            ...