Catatan Pelajaran ke-16
Pengantar Pembahasan Majaz
Di dalam
kitab al Kasykul karya Bahauddin al Hamizani pada pembahasan yang berjudul kecerdasan orang Arab badui. Imam al-Ashma’I
mengatakan dahulu aku pernah membaca suatu ayat : ( وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوْٓا
اَيْدِيَهُمَا جَزَاۤءًۢ بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِّنَ اللّٰهِۗ وَاللّٰه
غَفُوْرُالرّحِيْم )
Pada saat membaca ayat tersebut ada orang arab badui berkata : ini perkataan siapa ini?. Maka imam al-Ashma’i menjawab kalamullah. Kemudian orang Arab tadi meminta agar mengulang kalam tersebut. Maka imam al-Ashma’i mengulang membaca ayat tersebut dengan kalimat yang sama. Kemudian orang arab badui tadi menimpali ini pasti bukan firman Allah, karena tidak seperti ini firman Allah.
Imam
al-Ashma’i memperhatikan dan fokus, maka beliau membaca
وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوْٓا
اَيْدِيَهُمَا جَزَاۤءًۢ بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِّنَ اللّٰهِۗ وَاللّٰهُ
عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ ٣٨
Maka orang arab badui tersebut berkomentar : ini benar, inilah
firman Allah. Imam al-Ashma’I bertanya apakah engkau terbiasa membaca Alquran atau hafal
Alquran? Orang Arab Badui tersebut menjawab tidak.
Imam al-Ashma’i
darimana engkau tau dibaca وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ bukan غَفُوْرُالرّحِيْم ?
Orang Arab
Badui ini kemudian berkata, begini kalau Allah maha perkasa lagi maha
bijaksana, dengan keperkasaanya Allah menerapkan sanksi hukuman potong tangan.
Kalau Allah maha pengampun lagi penyayang konteksnya di ayat ini tentu tidak
tepat. Orang Arab Badui mengajarkan kepada kita kesempurnaan ungkapan, diksi
kata pada setiap tempat ayat Alquran itu sendiri.
Bagaimana tatacara bagaimana orang
Arab mengungkapkan dari berbagai istilah- istilah. Orang-orang Arab fasih
terbiasa dalam mengungkapkan berbagai istilah diantaranya berdasarkan
sumber-sumber berupa hakikat, hakikat terbagi menjadi 3 (lughawiyah, syar’iyyah,
urfiyyah) dan majaz
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا
اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ ٧
Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah,
niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS. Muhammad ayat 7)
Ayat ini
menisbatkan secara lafadz jika kalian (manusia) menolong Allah, namun tidak
bisa dipahami secara hakiki, melainkan dipahami secara balaghi. Ayat oleh para
ulama tafsir dijelaskan dengan dua jalan dengan teori balaghah. Pertama, dengan
teori ilmu bayan pada bab majaz mursal dan yang kedua dengan teori ilmu ma’ani
dalam pembahasan ‘ijaz.
Lafal وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ (dan Allah meneguhkan kedudukan kaki-kaki
kalian), yang disebutkan kaki ( اَقْدَامَ)
tetapi yang dimaksudkan keseluruhan diri manusia. Ini merupakan bentuk majaz mursal.
Disampakan oleh guru kami Ustadz Irfan Abu Naveed, M.Pd.I (Jumat, 26
Juli 2024) dalam Program Bahasa Arab Ngaji Subuh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar