Jumat, 26 Juli 2024

Pengantar Pembahasan Majaz

 

Catatan Pelajaran ke-16

Pengantar Pembahasan Majaz

Di dalam kitab al Kasykul karya Bahauddin al Hamizani pada pembahasan yang berjudul  kecerdasan orang Arab badui. Imam al-Ashma’I mengatakan dahulu aku pernah membaca suatu ayat :  ( وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوْٓا اَيْدِيَهُمَا جَزَاۤءًۢ بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِّنَ اللّٰهِۗ وَاللّٰه غَفُوْرُالرّحِيْم )

Pada saat membaca ayat tersebut ada orang arab badui berkata : ini perkataan siapa ini?. Maka imam  al-Ashma’i menjawab kalamullah. Kemudian orang Arab tadi meminta agar mengulang kalam tersebut. Maka imam  al-Ashma’i mengulang membaca ayat tersebut dengan kalimat yang sama. Kemudian orang arab badui tadi menimpali ini pasti bukan firman Allah, karena tidak seperti ini firman Allah.

Imam  al-Ashma’i memperhatikan dan fokus, maka beliau membaca

  وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوْٓا اَيْدِيَهُمَا جَزَاۤءًۢ بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِّنَ اللّٰهِۗ وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ ۝٣٨

Maka orang arab badui tersebut berkomentar : ini benar, inilah firman Allah. Imam al-Ashma’I bertanya apakah engkau terbiasa membaca Alquran atau hafal Alquran? Orang Arab Badui tersebut menjawab tidak. Imam al-Ashma’i darimana engkau tau dibaca وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ bukan غَفُوْرُالرّحِيْم ?

Orang Arab Badui ini kemudian berkata, begini kalau Allah maha perkasa lagi maha bijaksana, dengan keperkasaanya Allah menerapkan sanksi hukuman potong tangan. Kalau Allah maha pengampun lagi penyayang konteksnya di ayat ini tentu tidak tepat. Orang Arab Badui mengajarkan kepada kita kesempurnaan ungkapan, diksi kata pada setiap tempat ayat Alquran itu sendiri.

Bagaimana tatacara bagaimana orang Arab mengungkapkan dari berbagai istilah- istilah. Orang-orang Arab fasih terbiasa dalam mengungkapkan berbagai istilah diantaranya berdasarkan sumber-sumber berupa hakikat, hakikat terbagi menjadi 3 (lughawiyah, syar’iyyah, urfiyyah) dan majaz


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ ۝٧

Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS. Muhammad ayat 7)

            Ayat ini menisbatkan secara lafadz jika kalian (manusia) menolong Allah, namun tidak bisa dipahami secara hakiki, melainkan dipahami secara balaghi. Ayat oleh para ulama tafsir dijelaskan dengan dua jalan dengan teori balaghah. Pertama, dengan teori ilmu bayan pada bab majaz mursal dan yang kedua dengan teori ilmu ma’ani dalam pembahasan ‘ijaz.

Lafal  وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ (dan Allah meneguhkan kedudukan kaki-kaki kalian), yang disebutkan kaki ( اَقْدَامَ) tetapi yang dimaksudkan keseluruhan diri manusia.  Ini merupakan bentuk majaz mursal.

 

Disampakan oleh guru kami  Ustadz Irfan Abu Naveed, M.Pd.I (Jumat, 26 Juli 2024) dalam Program Bahasa Arab Ngaji Subuh


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan Pelajaran Kritik Matan Hadist

"Kritik Matan Menurut Ahli Hadis: Studi Teoretis dan Praktis" Penulis : Ibrahim bin Muhammad al-Sa'wi Pendahuluan            ...