Kamis, 06 April 2023


#Catatan Pelajaran Kedua

MENEMUKAN HIKMAH KEHIDUPAN
 (Diambil dari Kitab al-Kafi fi Syarh Diwan al-Syafi'i rahimahullahu ta'ala).

BAB 2 & 3 (Keutamaan Doa & Fitnah Wanita)

Bab 2: Keutamaan Doa

Allah memerintahkan agar kita berdoa dengan penuh kesungguhan, hal ini juga tersurat di dalam QS. Al-Mu’min ayat 60 yang artinya “berdoalah kepadaku niscaya akan aku kabulkan”. Ini merupakan janji Allah SWT yang mustahil ingkar terhadap janji-Nya. Namun, masih ada sebagian orang yang meremehkan terkait doa. Padahal jauh-jauh hari Nabi Muhammad SAW menjelaskan keutamaan doa dalam banyak hadits. Bahkan Nabi sendiri senantiasa berdoa kepada Allah SWT.

Pada bait ini, Imam Syafi’i menjelaskan tentang keutamaan doa

أَتَهزَأُ بِالدُعاءِ وَتَزدَريهِ #

وَما تَدري بِما صَنَعَ الدُّعاءُ

سِهامُ اللَيلِ لا تُخطِي وَلَكِن #

لَها أَمَدٌ وَلِلأَمَدِ اِنقِضاءُ

 

Apakah kamu meremehkan suatu doa kepada Allah?

Apakah kamu tahu apa saja yang dihasilkan oleh doa?

Ibarat anak panah di malam hari, ia tidak akan meleset.

Namun, ia punya batas, dan setiap batas ada saatnya selesai. 

Apakah kamu meremehkan suatu doa kepada Allah? Bait ini merupakan pertanyaan yang bersifat retoris. Karena semua orang mengetahui bahwa doa itu memiliki keutamaan. Hampir semua orang yang punya harapan pasti berdoa dan tidak akan berputus asa dari rahmat Allah.  Pertanyaan ini juga mengandung sindiran, pertanyaan yang sebenarnya tidak memerlukan jawaban. Karena tujuan dari pertanyaan ini adalah menyidir.

Apakah kamu tahu apa saja yang dihasilkan oleh doa? Semua orang juga mengetahui bahwa doa itu akan berujung pada pengabulan doa atau kebaikan-kebaikan yang lain. Siapa yang mengetahui? Mereka yang tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT

Namun, ia punya batas, dan setiap batas ada saatnya selesai.

Doa itu adalah jalan keberhasilan, sebab tercapainya cita-cita, hilangnya kesedihan, melapangkan dada, dan memudahkan berbagai urusan. Dikatakan juga doa itu adalah jalan tangga kita untuk sampai pada tujuan.

Ibarat anak panah di malam hari, ia tidak akan meleset.

Maknanya adalah doanya orang yang terzalimi di keheningan malam tidak akan melesat. Maka berhati-hatilah terhadap orang yang terzalimi dan janganlah menzalimi orang lain. Menzalimi orang lain akan menghantarkan kepada do’a yang dikabulkan oleh Allah. Hal ini selaras dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra : Ada 3 kelompok orang yang doanya tidak akan ditolak oleh Allah SWT yaitu doanya orang yang berpuasa hingga berbuka, imam(pemimpin) yang adil, dan doa orang yang dizolimi.

 

Bab 3: Fitnah Wanita


Imam Syafi’i mengatakan dalam syairnya


أَكْثَرَ النَّاسُ في النِّسَاءِ وَقالُوا #

إنَّ حُبَّ النِّسَاءِ جَهْدُ الْبَلاءِ

ليسَ حبُ النساءِ جهداً ولكنَ #

قُرْبُ مَنْ لاَ تُحِبُّ جُهْدُ الْبَلاءِ

 

Banyak orang berbicara tentang wanita,

Mereka mengatakan konon mencintai wanita itu adalah ujian hidup yang pedih.

Mencintai wanita bukanlah cobaan hidup yang pedih.

Namun, dekatnya orang yang tidak disukai itulah sesungguhnya cobaan hidup yang pedih. 

Masyarakat kala itu banyak berbicara tentang wanita, mereka menyangka bahwa mencintai wanita adalah ujian yang besar. Namun hal itu dibantah oleh Imam Syafi’i. Beliau mengatakan  justru ujian besar itu adalah bersama dengan orang yang tidak dicintai. Kita perlu bertanya apa yang menyebabkan masyarakat kala itu berpendapat demikian? Hal ini karena tidak lepasnya dari fitrah wanita. Bagi orang yang tidak kuat imannya atau salah pergaulan akan menghantarkan pada pendapat yang demikian. 

Bukan lagi menjadi rahasia umum, bahwasanya fitnah wanita diantara fitnah yang besar. Sebagaimana firman Allah SWT  dalam QS. Ali Imran ayat 14, yang berbunyi

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ ......     

Artinya: Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita,...

Dari Usamah bin Zaid ra berkata, Rasullullah SAW bersabda “Fitnah paling membahayakan bagi laki-laki adalah wanita” (HR. Bukhari & Muslim)

Diantara fitnah wanita adalah awal dari kerusakan masyarakat. Sebagaimana kita saksikan kehidupan wanita di sistem kapitalis hari ini. Tetapi ketika wanita itu menjalani kehidupannya dengan Islam, maka sungguh ia berada pada derajat yang mulia.  

Dari Abu Sa’id Al Khudri ra dalam hadits Riwayat Muslim bahwa rasulluh saw bersabda: “Dunia itu manis dan hijau, berhati-hatilah kamu pada dunia dan berhati-hatilah kamu dengan wanita. Karena awal fitnah kehancuran bani Israil adalah karena berkaitan dengan wanita”. Sehingga Islam mengatur hukum yang rinci berkaitan dengan wanita. Karena wanita adalah kehormatan yang wajib dijaga.

Diantara kemuliaan yang nampak, dari sebagian penampakkannya bisa dilakukan dengan cara berikut.  

1. Menjauhi perbuatan Zina ( QS. Al Isra ayat 32)

2. Menundukkan pandangan. Dikatakan pandangan adalah anak panah, dari anak panahnya iblis. Sehingga kita diperintahkan untuk menundukkan pandangan dari pandangan yang buruk. Alquran juga menjelaskan terkait menundukkan pandangan di dalam QS. An Nur ayat 30

3. Menghindari untuk bersentuhan dengan wanita. Terkait bersentuhan (bersalaman) dengan laki-laki dan perempuan terjadi perbedaan di kalangan ulama. Terlepas perbedaan pendapat tersebut, yang ingin ditunjukkan disini sekalipun jika bersentuhan tadi mengambil pendapat yang mubah, namun menghindari bersentuhan agar tidak menghantarkan kepada keharaman lebih baik.

4. Menghidari khalwat (berdua-duan) dengan non mahrom. Sebagaimana yang disampaikan di dalam hadist Rasulullah Saw. Karena khalwat bisa menghantarkan pada kekejian/keburukan.

 

Disampaikan oleh guru kami Ustadz Yuana Ryan Tresna

Dari Mahad Khadimus Sunnah Bandung

Selasa, 28 Maret 2023



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan Pelajaran Kritik Matan Hadist

"Kritik Matan Menurut Ahli Hadis: Studi Teoretis dan Praktis" Penulis : Ibrahim bin Muhammad al-Sa'wi Pendahuluan            ...