Nasihat Bagi Pengkaji Hadits: Perhatikan Empat Hal!
Imam Jalaluddin Al-Suyuthi dalam kitab Tadribur Rawi halaman 93-94 mengutip sebuah kisah tentang nasihat Imam Al-Bukhari kepada seorang murid yang ingin belajar hadits kepadanya. Singkat kata, imam hadits ini mengatakan, jika kamu ingin menjadi ahli hadits yang sempurna, kamu mesti menulis empat hal.
Empat hal ini tidak sempurna kecuali dengan empat perkara. Apabila telah menyempurnakan empat perkara ini, kamu akan diberikan empat keuntungan sekaligus diuji dengan empat cobaan. Bila kamu lulus dari empat ujian tersebut, Allah subhanahu wa ta’ala akan memberimu empat ganjaran di dunia dan di akhirat. Penjabaran dari empat hal yang saling berkaitan itu adalah sebagai berikut:لاتتم
له هذه الأشياء إلا بأربع هي من كسب العبد: معرفة الكتابة، واللغة، والصرف،
والنحو، مع أربع هن من عطاء الله تعالى: الصحة، والقدرة، والحرص، والحفظ، فإذا صحت
له هذه الأشياء هان عليه أربع: الأهل، والولد والمال والوطن، وابتلي بأربع: شماتة
الأعداء، وملامة الأصدقاء، وطعن الجهلاء، وحسد العلماء، فإذا صبر على هذه المحن
أكرمه الله تعالى في الدنيا بأربع: بعز القناعة، وبهيبة اليقين، وبلذة العلم،
وبيحاة الأبد، وأثابه في الآخرة بأربع: بالشفاعة لمن أراد من إخوانه، وبظل العرش
حيث لا ظل إلا ظله، ويسقي من أراد من حوض
محمد صلى الله عليه وسلم، وبجوار النبيين في أعلى عليين في الجنة
Artinya: “Hal ini (menuntut ilmu) tidak sempurna kecuali seseorang
menguasai empat bidang:
1. mahir baca-tulis,
2. mengerti bahasa,
3. menguasai ilmu sharf,
4. dan ilmu nahwu.
Kemampuan ini harus dibarengi dengan karunia Allah:
1. kesehatan,
2. kemampuan,
3. keuletan,
4. dan hafalan.
Apabila empat hal ini berjalan dengan baik, dia akan diberikan
empat keuntungan:
1. keluarga,
2. anak,
3. harta,
4. dan domisili.
Tapi seketika itu pula dia akan diuji dengan empat ujian:
1. kedengkian musuhnya,
2. celaaan sahabatnya,
3. makian dari orang bodoh,
4. dan hasad ulama.
Jika seseorang berhasil melewati ujian ini, di dunia dia akan
memperoleh empat kebaikan:
1. semakin qana’ah,
2. keyakinannya meningkat,
3. merasakan nikmatnya ilmu,
4. dan kenikmatan hidup.
Kelak di akhirat, Allah subhanahu wa ta’ala akan memuliakannya
dengan empat kesempatan:
1.
dapat
memberikan syafa'at kepada siapa yang dia inginkan,
2.
berhak
memberi minum kepada siapa pun dari telaga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa
sallam,
3.
dinaungi
bayangan Arasy,
4.
dan
diposisikan di surga paling tinggi, di samping surga para Nabi.” (Imam
Al-Suyuthi, Tadrib al-Rawi, hlm. 93-94)
Begitulah rahasia empat hal. Di dalamnya ada kondisi dimana
sulitnya menuntut ilmu. Ada banyak rintangan dan godaan yang mesti
disingkirkan. Sangat beruntung orang yang mampu bersabar dalam melewati segala
bentuk ujian ini.
Selasa, 30 Januari 2024
Disampaikan oleh guru kami, Ustadz Yuana Ryan Tresna
(Mudir Mahad Khadimussunnah Bandung)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar