Catatan Pelajaran ke-3 (Senin, 29 Januari 2024)
Mengenal
Musthalah Hasan Shahih
Pengertian hadits shahih adalah hadits yang bersambung sanadnya, dengan
periwayatan rawi yang adil dan dhabit dengan tanpa adanya syadz dan illat.
·
Dhobit: kuat hafalannya.
·
Tidak ada syadz: seorang rawi yang
tsiqah/dhobit hafalannya menyelisihi rawi yang lebih kuat lagi dari sisi
hafalannya.
· Illat: cacat dalam hadits.
Dalam sunnan tirmidzi à akan membahas 14 fan ilmu (minimal). Diantara ilmu-ilmu tersebut adalah
fan mustholahul hadits.
Pengertian Hadits Hasan adalah hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang
tidak dicurigai memalsukan hadits, haditsnya tidak syadz, diriwayatkan dari
selain satu jalan menurut imam Tirmidzi.
Definisi Hadits
Hasan Shahih.
Menurut Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani, Hadits Hasan Shahih bisa dilihat dari 2 sisi:
1.Kalau seandainya hadits tersebut memiliki dua jalan, maka satu jalan shahih dan satu jalan lagi hasan.
2.Kalau seandainya hadits tersebut hanya memiliki satu jalan, maka hukum tersebut muncul karena keraguan at-Tirmidzi akan rawi haditsnya.
Menurut Hafidz Ibn Rajab al-Hanbali: Hasan Shahih adalah istilah khusus at-Tirmidzi
akan keshahihan suatu hadits, dan kebanyakan haditsnya dikeluarkan oleh Bukhari
dan Muslim, atau dikeluarkan oleh Bukhari saja atau Muslim saja, atau syarat
hadits shahih selain Bukhari dan Muslim.
Contoh hadist yang dihukumi Hasan Shahih oleh Imam Tirmidzi
حدثنا احمد بن عبدة الضبي, حدثنا جماد بن زيد
Asalnya tidak ada kata قال, namun disebagian manuskrip sunan Tirmidzi ada kata قال. Sebagian kebiasaan muhadditsin menghilangkan lafadz قال. Jika kita menemukan اخبرنا / حدثناdi tengah-tengah sanad, atau disanad ke-2, ke-3 dan seterusnya ada قال yang disembunyikan yang harus kita ucapkan. Jika tidak membaca قال ditengah-tengah حدثنا maka berarti yang meriwayatkan 2 guru sekaligus. Padahal Hammad Ibn Zaid adalah gurunya Ahmad ibn ‘Abdah .
اذا دخل, fiil madhi artinya apabila
sudah masuk toilet nabi membaca do’a :
اَللّٰهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ. Jika digabungkan dengan riwayat
yang ada, ada riwayat lain yang mengatakan اذا اراد الدخول (jika akan
masuk toilet). Menggabungkan 2 hadits tersebut, maka do’a dibaca sebelum masuk toilet. Jika buang hajat di tempat
terbuka, maka membaca do’a ketika akan buang air kecil.
Komentar Iman Tirmidzi terhadap hadist di atas هذا حديث حسن صحيح . Kata Ibnu Hajar kemungkinan ada 2, yakni kemungkinan pertama karena ada 2 jalan (jalan yang satu shahih, jalan yang satu hasan). Kemungkinan kedua, jika sanadnya hanya satu, kemungkinan Imam Tirmidzi ragu dengan salah satu rawinya (apakah rawi hadistnya hasan atau shahih). Menurut Ibnu Rajab hasan shahih itu pasti shahih, karena istilah tersebut merupakan istilah imam Tirmidzi, kebanyakan riwayat itu akan didapatkan dalam Bukhari dan Muslim, atau sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim.
è Qaidah membaca عبدة semua tulisan عَبْدَة dibaca ب-nya sukun, kecuali ada 2 rawi yang ب-nya fathah ‘amir bin abadahعَامِربن عَبَادَة dan bajalah bin abadah (بَجَالَة بن عَبَادَة ).
Kesalahan mengucapkan nama rawi bisa mengakibatkan haditsnya menjadi dhoif yang semula shohih dan hadits yang semula dhaif menjadi shohih.
Tsiqot : adalah satu ibaroh yang mengumpulkan 2 sifat, yakni adil dan
dhobit sempurna
Takhrij Hadist ke-6

Tidak ada komentar:
Posting Komentar