Pertemuan 1 (Senin, 15 Januari 2024)
Mengenal Kitab Sunan at-Tirmidzi
Nama beliau أَبُوْ عِيْسَى, مُحَمَّد بْن سَوْرَة التِّرْمِذِي . Abu ‘Isa adalah nama kunyah beliau. Kunyah adalah nama kehormatan yang menjadi urf bangsa arab, yang biasanya menggunakan awal أَبٌ atau أَمٌّ . Beliau memiliki putra yang bernama ‘Isa, terkadang kunyah tidak harus nama anak, terkadang juga bisa dengan bentuk penghormatan yang lain. Seperti nama Sayyidina Abu Bakar, Abu Bakar adalah nama kunyah. Namun, tidak ada nama anak beliau yang bernama Abu Bakar. Bakar sendiri dinisbatkan kepada anak beliau Ibunda Aisyah, karena sebagai perawat. Nama asli beliau adalah Abdullah bin Abu Kuhafah. Nama asli Imam Tirmidzi adalah Muhammad bin ‘Isa bin Saurah as Sulami at Tirmidzi. Muhammad adalah nama beliau, sedang ‘Isa adalah nama bapak beliau, dan Saurah adalah kakek beliau. As-Sulami nisbat kepada qabilah Arab, yakni dari qabilah Sulam. At Tirmidzi adalah sebuah kota di Khurasan, namanya Tirmidz (Cara bacanya menurut Imam Nawawi ada 3, yakni Tirmidz/ Turmudz/ Turmidz, namun yang masyhur adalah at- Tirmidzi.
Lahir pada tahun 210 H dan wafat di Turmudz
pada tahun 279 H. Beliau termasuk ulama
di Thabaqat ke-12, generasi setelah tabi’ut tabi’in. Imam Tirmidzi melakukan
rihlah ke berbagai negeri untuk mencari hadist. Para ulama hadist di era salaf
adalah orang-orang yang melakukan rihlah, untuk mendapatkan hadist. Secara
umum, untuk mendapatkan hadist para ulama melakukan rihlah ilmiah. Kecuali,
ulama-ulama yang ada di Haramain. Kadang-kadang tidak perlu melakukan rihlah,
karena para ulama ada disini. Imam Malik menyatakan bahwa beliau tidak pernah
keluar dari Madinah kecuali hanya untuk
ibadah haji dan Umroh. Pengecualian untuk ulama yang tidak memiliki gelar Rahl
adalah Imam Malik. Rihlah Imam Tirmidzi yang masyhur adalah Khurasan,
Bukhoro, Marwa, Rayy, Samarqand, Masaf, Iraq, Bashrah, Wasith, Kufah, Haramain.
Adapun guru-guru beliau yang paling masyhur
adalah Muhammad bin Isma’il al Bukhori (Wafat 256H), ‘Abdullah bin Mu’awiyah
al-Jumahi (Wafat 243) guru beliau di Bashroh, Qutaibah bin Sa’id (Wafat 240H).
Murid-murid beliau yang paling masyhur adalah Muhammad
bin Ahmad bin Mahbub al-Marwazi (Rawi kitab Sunan at-Tirmidzi yang paling
masyhur), Al-Haitsam bin Kulaib asy-Syasyi (Rawi kitab Syamail al-Muhammadiyah),
dan Hammad bin Syakir an-Nasafi.
Perbedaan rawi
hadist & rawi kitab, rawi hadist berkaitan dengan sanad sedangkan
rawi kitab itu adalah bagaimana shahih al-Bukhari itu bisa dicetak hingga hari
ini. Periwayatan itu tidak hanya berlaku ketika seorang Imam menulis kitab,
kemudian meriwayatkan dari guru-gurunya berdasarkan hafalan dan catatan mereka.
Kitab yang sampai kepada kita hari ini, telah
melewati waktu yang sangat panjang. Sehingga perlu dipastikan bahwa kitab yang
telah sampai kepada kita, tidak mengalami perubahan dari kitab yang ditulis
langsung oleh penulis. Sehingga kitab yang ada perlu diteliti apakah
naskah/manuskrip yang sampai kepada kita adalah manuskrip yang terjaga atau
banyak kesalahan. Adakalanya kitab-kitab yang sampai kepada kita bukan tulisan
para imam, tetapi sudah hasil salinan murid-muridnya. Sehingga, kitab yang
sampai kepada kita berdasarkan periwayatab murid-muridnya.
Kitab Syamail al-Muhammadiyah menurut Syaikh
Abdullah bin Ubaid adalah salah satu kitab yang bersambung sanadnya, dibaca
dari awal hingga akhir dan tidak pernah lekang dari pembacaannya di setiap
zaman.
Nama Ilmiyah dari
Sunan at-Tirmidzi adalah:
الجَامِع
المُخْتَصَر من السُنَنِ عن رسول الله صلى الله عليه وسلم ومَعْرِفَةُ الصَّحِيْحِ
والمَعْلُوْلِ وَمَا عَلَيْه العَمَل
Juga dikenal
dengan nama as-Sunan, al-Jami’ al Kabir , dan Shahih at-Tirmidzi
Berkaitan
penamaan Shahih at-Tirmidzi, para ulama mengkritik. Karena beliau tidak
mengkhususkan dengan penamaan shahih. Berbeda dengan Imam Bukhari, Imam Muslim,
Imam Ibnu Khuzaimah, Imam Ibnu Hibban yang memang ketika menuliskan hadist
tersebut, dalam rangka mengumpulkan hadist-hadist shahih. Sebab, Imam Tirmidzi
tidak hanya bermaksud menuliskan yang shahih saja,
Maksud
penamaan الجَامِع, beliau menuliskan kitab
ini dengan menghimpun berbagai macam bab keilmuan dimasukkan ke dalam kitab. Beliau
mengumpulkan hadist-hadist berbagai
keilmuan tentang islam di dalamnya. Berbeda dengan as-sunan yang berfokus pada
hadist- hadist hukum. Sedangkan المُخْتَصَر, bermakna ringkas. Makna من السُنَنِ menunjukkan isinya kental dengan hukum- hukum. Kalimat عن رسول الله صلى الله عليه وسلم menunjukkan bahwa hadist- hadist yang beliau bawa adalah hadist-
hadist marfu’ yang bersandar kepada Rasulullah. Kalimat ومَعْرِفَةُ الصَّحِيْحِ,
menunjukkan bahwa Tirmidzi menyebutkan mana yang sahih dan tidak. Kata والمَعْلُوْلِ , menjelaskan
cacatnya pada hadist, untuk menjaga keutuhan informasi (menjaga dari distorsi
informasi pada sanad maupun matan). Makna
وَمَا عَلَيْه
العَمَل
adalah ini bisa diamalkan.
Maksud dari Sunan at-Tirmidzi adalah mengeluarkan hadits-hadits yang berkaitan dengan hukum, Menjelaskan
ilal hadits yang berkaitan dengan hukum, dan enjelaskan
tentang hukum yang diamalkan oleh para ulama.
Manhaj secara global ilmu hadist Sunan at Tirmidzi
- Tashnif :
memulai pembahasan dengan fiqh, aqidah, dst.
- Tashih :
menjelaskan hadist tersebut shahih atau tidak.
- Memberi nama
dan kunyah rawi.
- Menjelaskan
ikhtilaf ulama dalam mengambil atau meninggalkan hadist tersebut.
- Menjelaskan
mana yg diamalkan dan yang ditinggalkan.
- Memperbanyak jalan
- Menjelaskan Jarh wa Ta’dil. (Jarh = kritikan negatif kepada seorang rawi, Ta’dil = penilaian positif terhadap rawi)
Contoh memperbanyak jalan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar