Minggu, 14 Juli 2024

Tasybih

 

Catatan Pelajaran ke-3

Ilmu Bayan

(Tasybih, Isti’arah, Kinayah, Ta’ridh, Majaz Aqly, Majaz Mursal)

 

علم البيان : وهو علم يعرف به إيراد المعنى الواحد بطريق مختلفة في وضوح الدلالة عليه

Ilmu Bayan adalah ilmu yang dengannya  diketahui makna suatu kalimat dengan beragam cara (uslub), disertai kejelasan maknanya.

 

TASYBIH (التشبيه  )

 

v  Definisi Tasybih

Tasybih secara bahasa bermakna penyerupaan. Tasybih adalah menggambarkan sesuatu dengan sesuatu yang lain, dengan adanya hubungan kemiripan/ keserupaan. Contoh الْأُ مُّ كَالجَمَلِ فِي الصَّبرِ (Seorang Ibu bagaikan unta dalam hal kesabaran). Penyerupaan seorang ibu dengan seekor unta dengan perantara huruf kaf, maka irisan kemiripan (wajh syabah) diantara keduanya adalah kesabaran yakni kekuatan menanggung beban .

Contoh lain firman Allah SWT : ثُمَّ قَسَتْ قُلُوْبُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ اَوْ اَشَدُّ قَسْوَةً (QS. Al-Baqarah: 74).

Terdapat kalimat  كَالْحِجَارَةِ اَوْ اَشَدُّ قَسْوَةً . Maka hati-hatinya (qulub) orang kafir itu bagaikan bebatuan, bahkan lebih keras lagi. Maka penyerupaan hati dengan batu, karena adanya kesamaan sifat keras pada keduanya, akan tetapi hatinya mereka adalah sifat keras yang maknawi dalam menerima kebaikan dan keutamaan, Adapun bebatuan maka sifat kerasnya adalah sifat materi 

Di dalam kitab Atha’ bin Abu Rasythoh yang berjudul Taisir fi Ushuli Tafsir dalam membahas ayat ini. Sungguh Allah SWT telah menyerupakan qalbu orang kafir dengan aspek kerasnya dengan bebatuan bahkan lebih keras lagi. Beliau menitikberatkan pada kata اَوْ , di dalam bahasa arab memiliki kemungkinan beragam makna. اَوْ termasuk huruf athof , apakah bermakna menunjukkan pilihan diantara 2 kata yang bersambung , atau menunjukkan kebolehan dari dua hal tersebut, atau bermakna athof seperti huruf wawu, atau untuk menimbulkan beragamnya kemungkinan pemaknaan dari orang yang menyimak, atau bermakna bahkan dan lain sebagainya

Yang menentukan makna  اَوْ disini adalah perincian pendalilan itu sendiri. Beliau mentarjih huruf اَوْ di dalam ayat ini bermakna بَلْ . maka qalbu nya orang kafir bagaikan bebatuan bahkan lebih keras lagi. Kenapa qalbu nya orang kafir dinilai lebih keras dari batu? Karena kerasnya bebatuan itu masih memiliki manfaat (ada kebaikan di dalamnya). Sebagai contoh bebatuan yang keras bisa menjadi pondasi bangunan. Sedangkan qalbunya orang kafir tidak ada manfaatnya sama sekali. Bahkan adakalanya bebatuan itu memancarkan air. Maka ungkapan seperti bebatuan ini menunjukkan penyerupaan kerasnya hati orang kafir dalam menerima kebenaran.

 

v  Rukun Tasybih  (التشبيه   أركان


1.    Al Musyabbah ( الْمُشَبَّه )  : Objek yang diserupakan

2.    Al Musyabbah Bihi (الْمُشَبَّه به )  : Hal ini dimana objek yang diserupakan dengannya

3.    Adat al-Tasybih ( أداة  التشبيه)  : Perangkat penyerupaan

4.    Wajh al-Syabah (  وجه الشبه)  : Irisan kesamaan/keserupaan

 

Contoh : ثُمَّ قَسَتْ قُلُوْبُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ اَوْ اَشَدُّ قَسْوَةً

-   Al Musyabbah ( الْمُشَبَّه )  : قُلُوْبُ الْكَافِرِيْنَ

-   Al Musyabbah Bihi (الْمُشَبَّه به )  : الْحِجَارَة

-   Adat al-Tasybih ( أداة  التشبيه)  : ك

-   Wajh al-Syabah (  وجه الشبه)  : قَسْوَةً

 

الْأُ مُّ كَالجَمَلِ فِي الصَّبرِ

-   Al Musyabbah ( الْمُشَبَّه )  : الْأُ مُّ

-   Al Musyabbah Bihi (الْمُشَبَّه به )  : الْجَمَلِ

-   Adat al-Tasybih ( أداة  التشبيه)  : ك

-   Wajh al-Syabah (  وجه الشبه)  : الصَّبْر

 

 

v  Adawaatu al-Tasybih ( أدوات  التشبيه) 

Alat penyerupaan ada 3, bisa berupa huruf, isim dan fi’il.

§  حروف التشبيه (Huruf Tasybih)

1)       مُحَمّدٌ كَالْأَسَدِ:  الكاف

2)   كَأَنَّ مُحَمّدًا أَسَدٌ  : كَأَنَّ

Kedua kalimat ini memiliki makna yang sama. Ada perbedaan antara keduanya, karena huruf  كَأَنَّ lebih kuat daripada huruf kaf. Karena كَأَنَّ adalah gabungan dari huruf  ك dan أَنَّ yang maknanya penegasan.

§  أسماء التشبيه (Kata Benda Tasybih)

Contoh : مِثْلُ – مَثِيْل – شِبْه – شَبيه – نَظير ...

§  أفعال التشبيه  (Kata kerja Tasybih)

Contoh : يُثْبِه – يُشَابِهُ – يُهَاثل – يُنَاظر – يُحاكي – يُضَارع

Dan yang semisalnya yang menunjukkan tasybih

 

Rasulullah bersabda: 

مَثَلُ المُؤْمِنِيْنَ فِي تَوَادَّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

"Perumpamaan kaum mukmin dalam hal saling cinta, kasih sayang, dan simpati diantara mereka seperti satu tubuh. Jika salah satu organ sakit, maka seluruh tubuh demam dan  tidak bisa tidur.

(HR. Muslim, Ahmad)

 

-   Al Musyabbah ( الْمُشَبَّه )  : المُؤْمِنِيْنَ فِي تَوَادَّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ

-   Al Musyabbah Bihi (الْمُشَبَّه به )  : الْجَسَدِ

-   Adat al-Tasybih ( أداة  التشبيه)  : مَثَلُ

-   Wajh al-Syabah (  وجه الشبه)  : الشعور بالألم (merasakan rasa sakit)



Rasulullah Saw bersabda

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا إِنَّ

“Sesungguhnya orang beriman bagi orang beriman lainnya, bagaikan satu bangunan yang satu sama lain saling menguatkan”. (HR. Al-Bukhari, Muslim, al-Nasa’I, al-Tirmidzi, dan Ahmad)


-   Al Musyabbah ( الْمُشَبَّه )  : الْمُؤْمِنُ

-   Al Musyabbah Bihi (الْمُشَبَّه به )  : الْبُنْيَانِ

-   Adat al-Tasybih ( أداة  التشبيه)  : ك

-   Wajh al-Syabah (  وجه الشبه)  : يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا   (saling menguatkan)


Rasulullah bersabda:

إِنَّ الْمُؤْمِنَ مِنْ أَهْلِ الْإِيمَانِ بِمَنْزِلَةِ الرَّأْسِ مِنْ الْجَسَدِ يَأْلَمُ الْمُؤْمِنُ لِأَهْلِ الْإِيمَانِ كَمَا يَأْلَمُ الْجَسَدُ لِمَا فِي الرَّأْسِ
“Sesungguhnya seorang mukmin bagi mukmin yang lain seperti kepala bagi tubuh. Seorang mukmin akan merasakan sakitnya mukmin yang lain seperti tubuh ikut merasakan sakit yang menimpa  kepalanya” [HR Ahmad]


-   Al Musyabbah ( الْمُشَبَّه )  : الْمُؤْمِنَ

-   Al Musyabbah Bihi (الْمُشَبَّه به )  : الرَّأْسِ مِنْ الْجَسَدِ

-   Adat al-Tasybih ( أداة  التشبيه)  : ك

-   Wajh al-Syabah (  وجه الشبه)  : الألم (sakit)

 

v  Wajh al-Syabah (  وجه الشبه)

Wajh al-Syabah : menggambarkan apa yang menjadi unsur  kesamaan antara musyabbah dengan musyabbah bihi.

1. kesamaan antara musyabbah dan musyabbah bihi, tidak harus 100% sama

2. unsur kesamaan, berlaku pula pada perkara yang bersifat khayalan, misal: penyerupaan kepala manusia dengan kepala ‘hantu’ yang menakutkan / wajah tukang sihir seperti wajah syaithan.

 

Disampakan oleh guru kami  Ustadz Irfan Abu Naveed, M.Pd.I (Selasa, 11 Juni 2024) dalam Program Bahasa Arab Ngaji Subuh


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan Pelajaran Kritik Matan Hadist

"Kritik Matan Menurut Ahli Hadis: Studi Teoretis dan Praktis" Penulis : Ibrahim bin Muhammad al-Sa'wi Pendahuluan            ...