Ilmu Bayan
(Tasybih,
Isti’arah, Kinayah, Ta’ridh, Majaz Aqly, Majaz Mursal)
علم البيان : وهو علم يعرف به إيراد المعنى الواحد بطريق مختلفة في وضوح
الدلالة عليه
Ilmu Bayan adalah ilmu yang dengannya diketahui makna suatu kalimat dengan beragam cara (uslub), disertai kejelasan maknanya.
TASYBIH (التشبيه )
v Definisi Tasybih
Tasybih secara bahasa bermakna penyerupaan. Tasybih adalah menggambarkan sesuatu dengan sesuatu yang lain, dengan adanya hubungan kemiripan/ keserupaan. Contoh الْأُ مُّ كَالجَمَلِ فِي الصَّبرِ (Seorang Ibu bagaikan unta dalam hal kesabaran). Penyerupaan seorang ibu dengan seekor unta dengan perantara huruf kaf, maka irisan kemiripan (wajh syabah) diantara keduanya adalah kesabaran yakni kekuatan menanggung beban .
Contoh lain firman Allah SWT : ثُمَّ قَسَتْ
قُلُوْبُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ اَوْ اَشَدُّ قَسْوَةً
(QS.
Al-Baqarah: 74).
Terdapat kalimat كَالْحِجَارَةِ اَوْ
اَشَدُّ قَسْوَةً . Maka hati-hatinya (qulub) orang kafir itu bagaikan bebatuan,
bahkan lebih keras lagi. Maka penyerupaan hati dengan batu, karena adanya
kesamaan sifat keras pada keduanya, akan tetapi hatinya mereka adalah sifat
keras yang maknawi dalam menerima kebaikan dan keutamaan, Adapun bebatuan maka
sifat kerasnya adalah sifat materi
Di dalam kitab Atha’ bin
Abu Rasythoh yang berjudul Taisir fi Ushuli Tafsir dalam membahas ayat ini.
Sungguh Allah SWT telah menyerupakan qalbu orang kafir dengan aspek kerasnya
dengan bebatuan bahkan lebih keras lagi. Beliau menitikberatkan pada kata اَوْ , di dalam bahasa arab memiliki
kemungkinan beragam makna. اَوْ termasuk huruf athof
, apakah bermakna menunjukkan pilihan diantara 2 kata yang bersambung , atau
menunjukkan kebolehan dari dua hal tersebut, atau bermakna athof seperti huruf
wawu, atau untuk menimbulkan beragamnya kemungkinan pemaknaan dari orang yang
menyimak, atau bermakna bahkan dan lain sebagainya
Yang menentukan
makna اَوْ
disini adalah perincian pendalilan itu sendiri. Beliau mentarjih huruf اَوْ di dalam ayat ini bermakna بَلْ . maka qalbu nya orang kafir bagaikan
bebatuan bahkan lebih keras lagi. Kenapa qalbu nya orang kafir dinilai lebih
keras dari batu? Karena kerasnya bebatuan itu masih memiliki manfaat (ada
kebaikan di dalamnya). Sebagai contoh bebatuan yang keras bisa menjadi pondasi
bangunan. Sedangkan qalbunya orang kafir tidak ada manfaatnya sama sekali.
Bahkan adakalanya bebatuan itu memancarkan air. Maka ungkapan seperti bebatuan
ini menunjukkan penyerupaan kerasnya hati orang kafir dalam menerima kebenaran.
v
Rukun Tasybih (التشبيه
أركان)
1. Al Musyabbah ( الْمُشَبَّه ) : Objek yang
diserupakan
2. Al Musyabbah Bihi (الْمُشَبَّه به ) : Hal ini dimana objek
yang diserupakan dengannya
3. Adat al-Tasybih ( أداة التشبيه) : Perangkat penyerupaan
4. Wajh al-Syabah ( وجه الشبه) : Irisan kesamaan/keserupaan
Contoh : ثُمَّ
قَسَتْ قُلُوْبُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ اَوْ اَشَدُّ
قَسْوَةً
-
Al Musyabbah ( الْمُشَبَّه ) : قُلُوْبُ الْكَافِرِيْنَ
-
Al Musyabbah Bihi (الْمُشَبَّه به ) : الْحِجَارَة
-
Adat al-Tasybih (
أداة التشبيه) : ك
-
Wajh al-Syabah ( وجه الشبه) : قَسْوَةً
الْأُ مُّ كَالجَمَلِ فِي الصَّبرِ
-
Al Musyabbah ( الْمُشَبَّه ) : الْأُ مُّ
-
Al Musyabbah Bihi (الْمُشَبَّه به ) : الْجَمَلِ
-
Adat al-Tasybih (
أداة التشبيه) : ك
-
Wajh al-Syabah ( وجه الشبه) : الصَّبْر
v
Adawaatu al-Tasybih (
أدوات التشبيه)
Alat penyerupaan ada 3, bisa
berupa huruf, isim dan fi’il.
§
حروف التشبيه (Huruf Tasybih)
1) مُحَمّدٌ كَالْأَسَدِ: الكاف
2) كَأَنَّ مُحَمّدًا أَسَدٌ : كَأَنَّ
Kedua kalimat ini memiliki
makna yang sama. Ada perbedaan antara keduanya, karena huruf كَأَنَّ lebih kuat daripada huruf kaf.
Karena كَأَنَّ adalah gabungan dari huruf ك dan أَنَّ yang maknanya penegasan.
§
أسماء التشبيه (Kata Benda
Tasybih)
Contoh : مِثْلُ – مَثِيْل – شِبْه –
شَبيه – نَظير ...
§
أفعال التشبيه (Kata kerja Tasybih)
Contoh : يُثْبِه – يُشَابِهُ – يُهَاثل
– يُنَاظر – يُحاكي – يُضَارع
Dan yang semisalnya yang
menunjukkan tasybih
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَثَلُ المُؤْمِنِيْنَ فِي تَوَادَّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ
وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ
سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
"Perumpamaan kaum mukmin dalam
hal saling cinta, kasih sayang, dan simpati diantara mereka seperti satu tubuh.
Jika salah satu organ sakit, maka seluruh tubuh demam dan tidak bisa tidur.
(HR. Muslim, Ahmad)
-
Al Musyabbah ( الْمُشَبَّه ) : المُؤْمِنِيْنَ فِي تَوَادَّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ
وَتَعَاطُفِهِمْ
-
Al Musyabbah Bihi (الْمُشَبَّه به ) : الْجَسَدِ
-
Adat al-Tasybih (
أداة التشبيه) : مَثَلُ
- Wajh al-Syabah ( وجه الشبه) : الشعور بالألم (merasakan rasa sakit)
Rasulullah Saw bersabda
الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ
كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا إِنَّ
“Sesungguhnya orang beriman bagi orang beriman lainnya, bagaikan satu bangunan yang satu sama lain saling menguatkan”. (HR. Al-Bukhari, Muslim, al-Nasa’I, al-Tirmidzi, dan Ahmad)
-
Al Musyabbah ( الْمُشَبَّه ) : الْمُؤْمِنُ
-
Al Musyabbah Bihi (الْمُشَبَّه به ) : الْبُنْيَانِ
-
Adat al-Tasybih (
أداة التشبيه) : ك
- Wajh al-Syabah ( وجه الشبه) : يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا (saling menguatkan)
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الْمُؤْمِنَ مِنْ أَهْلِ الْإِيمَانِ بِمَنْزِلَةِ
الرَّأْسِ مِنْ الْجَسَدِ يَأْلَمُ الْمُؤْمِنُ لِأَهْلِ الْإِيمَانِ كَمَا
يَأْلَمُ الْجَسَدُ لِمَا فِي الرَّأْسِ
“Sesungguhnya
seorang mukmin bagi mukmin yang lain seperti kepala bagi tubuh. Seorang mukmin
akan merasakan sakitnya mukmin yang lain seperti tubuh ikut merasakan sakit
yang menimpa kepalanya” [HR
Ahmad]
-
Al Musyabbah ( الْمُشَبَّه ) : الْمُؤْمِنَ
-
Al Musyabbah Bihi (الْمُشَبَّه به ) : الرَّأْسِ
مِنْ الْجَسَدِ
-
Adat al-Tasybih (
أداة التشبيه) : ك
-
Wajh al-Syabah ( وجه الشبه) : الألم (sakit)
v Wajh al-Syabah ( وجه الشبه)
Wajh al-Syabah :
menggambarkan apa yang menjadi unsur kesamaan antara musyabbah dengan
musyabbah bihi.
1. kesamaan antara musyabbah
dan musyabbah bihi, tidak harus 100% sama
2. unsur kesamaan, berlaku
pula pada perkara yang bersifat khayalan, misal: penyerupaan kepala manusia
dengan kepala ‘hantu’ yang menakutkan / wajah tukang sihir seperti wajah
syaithan.
Disampakan oleh guru kami Ustadz
Irfan Abu Naveed, M.Pd.I (Selasa, 11 Juni 2024) dalam Program Bahasa Arab Ngaji
Subuh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar